-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Pertanian dan Alam Lebah, Bunga dan Pertanian: Kelangsungan Hidup Manusia
Pertanian dan Alam

Lebah, Bunga dan Pertanian: Kelangsungan Hidup Manusia

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
28 Jun, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Lebah adalah sekelompok serangga terbang yang menghasilkan madu. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang di hasilkan dari nektar bunga. Nektar atau dikenal dengan sari bunga adalah cairan manis sewaktu bungah mekar, guna cairan untuk menarik kedatangan serangga saat penyerbukan. Lebah memiliki 20 ribu spesies, saat ini dikenal 44 subspesies. Pada kaki lebah yang sedang menghisap nektar atau sari bunga akan menjadikan perkawinan bunga-bunga, saat ia berpindah ke bunga lainnya, proses ini disebut penyerbukan. Lebah berperan 80% dalam penyerbukan bungah pepohonan, bunga-bunga, padi dan sebagainya. Maka lebah juga menjadi bagian dari perkembangan buah dan tumbuh-tumbuhan. Dapat di bayangkan apabila lebah musnah dari kehidupan bumi, akan berdampak pada keseimbangan perkembangan buah-buahan, tentu manusia akan kekurangan makanan. Lebah adalah hewan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan mahluk bumi lainnya. Lebah datang tidak meninggalkan hama seperti serangga lain pada buah-buahan. Salah satu kelemahan lebah adalah, ia hanya dapat satu kali menyengat, dan saat sengatnya lepas, kemudian ia akan  mati.
Di Indonesia ada dua jenis lebah yang sering di ambil madunya oleh masyarakat, di hutan liar. Lebah-lebah liar tersebut bersarang di pepohonan tinggi dan lebat. Mereka membangun sarang, dan menyimpan madu. Madu yang banyak manfaat dengan harganya jual yang tinggi, menjadi buruan masyarakat. Sesunggunya banyak jenis lebah di Indonesia sebagai wilayah hutan tropis. Namun, yang memiliki maduh yang berarti hanya ada dua jenis lebah dengan koloni besar. Pada masyarakat di Sumatra Selatan ada jenis sarang lebah tunggal, yang di istilahkan penduduk dengan nama medu repe. Medu berarti lebah dalam bahasa Indonesia. Kata medu adalah bahasa Melayu turunan dari kata madu. Untuk penamaan madu masyarakat dengan sebutan manes (manis). Penamaan manes untuk madu, dikarenakan rasa madu yang manis. Lebah repe adalah jenis lebah madu bersarang tunggal, yang bersarang di rerimbunan pepohonan. Jenis lebah ini tidak suka sekeling sarangnnya rapi atau terbuka. Sehingga mereka memilih rerimbunan yang lebat, yang berguna untuk kamuplase dari pemangsa, seperti beruang dan elang. Bentuk sarang lebah madu ini memanjang, atau bulat bulan separuh. Ukuran lebah tunggal juga lebih besar dari ukuran lebah sialang.
    Jenis lebah kedua adalah lebah sialang. Lebah sialang terdapat di hutan-hutan rimbun dan lebat. Sialang adalah penamaan pohon tempat lebah bersarang. Pada pohon sialang terdapat puluhan sarang dan bahkan ratusan sarang. Tergantung besar dan bagusnya dahan serta banyaknya pohon berbunga. Ada banyak jenis pohon yang sering dibuat sialang, seperti pohon rengas, kiara beringin, dan sebaginya. Jenis pohon yang penting tinggi dan besar memiliki dahan-dahan dengan cabang-cabang landai mendatar.
    Di Sumatra pohon sialang biasanya dibuat oleh penduduk. Jarang pohon sialang tercipta sendiri. Penduduk yang ahli menata, memangkas, membersihkan dahan-dahan pohon besar, kemudian mereka memasang sarang tiruan dari ijuk, di dahan pohon tersebut. Saat lebah melihat sarang palsu tersebut, mereka tertarik membuat sarang juga.
    Dalam memanen madu lebah liar, penduduk menggunakan bara api. Penduduk membuat sejenis ikatan, alat pengusir lebah dari sarangnya. Biasanya sebesar betis orang dewasa, dari tangkai buah aren kering, dari sabut kelapa kering, atau dari jenis tumbuhan akar (tumbuhan merambat) yang di cerai dan dikeringkan. Nama alat ini disebut kuting. Setelah itu, dibakar dan di pukulkan ke sarang lebah, sehingga induk lebah pergi dari sarang. Terbang mengikuti bara api yang berterbangan jatuh kebawa. Karena lebah termasuk serangga siang dan mencari sinar sebai panduan terbang.
    Untuk naik pohon sialang yang tinggi, penduduk membuat tangga dari kayu, yang dinamakan lantak. Lantak terbuat dari kayu pilihan, panjangnya sekitar 40 cm, di runcingkan berbentuk pipih, lalu dikeringkan dengan cara di asap. Saat hendak naik lantak di tancapkan seperti memasang paku. Tetapi tidak sampai tembus, hanya seperempat dari panjang lantak, Cukup saat terasa kuat tancapanya. Setalah itu diikatkan kayu melintang untuk menyatukan lantak-lantak tersebut. Pemasangan lantak setidaknya satu setiap setengah meter, dan memanjang ke atas. Tidak memakai paku atau membuat lantak daru besi untuk menjaga batang tidak infeksi. Untuk mengambil madu juga disiapkan tali tambang yang panjang. Penduduk bekerja sama dalam memanen madu. Mereka membagi tugas masing-masing, terdiri seorang ahli panjat, penarik tambang, pengakut madu, dan pemeras madu, kemudian penduduk yang ikut biasa. Pembagian hasil madu terdiri dari empat bagian, pemanjat, pemilik pohon sialang, pekerja, pembano. Pembano diambil dari nama Bano. Bano istilah menyebut akar pohon yang besar diantara permukaan tanah yang terlihat. Mereka ini hanya duduk di bawah pohon saja sehingga disitilahkan demikian. Panen madu lebah juga ditentukan oleh ahli, sebab apabila habis waktunya madu akan kering, karena dimakan oleh larva-larva lebah yang siap menjadi lebah muda. Hal yang paling disesalkan adalah ketika masyarakat memanen madu, mereka mengambil habis madu, dan larva-larva lebah. Larva lebah tersebut juga dimakan oleh penduduk dengan dimasak, seperti di pepes, atau dimakan dengan dicampur madu itu sendiri. Dijadikan umpan memancing ikan.

Dua Faktor Kepunahan Lebah Liar
Pertama, pemanenan lebah dengan tanpa memikirkan perkembangbiakan lebah akan mengancam regenerasi lebah itu sendiri. Kebiasaan penduduk mengambil semua lebah pada satu sarang, dan juga mengambil larva lebah. Tentu cara ini sangat tidak baik bagi keseimbangan populasi lebah. Apabila setiap kali pemanenan demikian maka dipastikan lebah akan berkurang populasinya.
    Faktor kedua adalah rusaknya hutan dengan sistem pertanian detruktif. Pertanian destruktif adalah bentuk pertanian yang membumihanguskan vegetasi hutan alami dengan pestisida. Petani atau perusahaan pertanian hanya membiarkan tumbuh hanya tanaman yang mereka inginkan. Seumpama petani sawit dan karet. Mereka hanya membiarkan pohon karet atau sawit saja yang tumbuh. Tentu, kalau semua petani dan perusahaan membuat pertanian demikian tentu populasi vegetasi tumbuhan berbunga di hutan akan punah. Punahnya pohon berbunga akan diikuti oleh hilangnya sumber makanan lebah, terutama larva lebah.
    Apabila sistem pertanian tidak mengidahkan kelestarian pepohonan yang berbunga, maka lebah-lebah akan punah. Pepohonan yang besar juga habis ditebang untuk keperluan penduduk membangun rumah. Manusia akan menujuh kepunahan perlahan-lahan mengikuti punahnya lebah dan tumbuhan berbunga. Mari kita mulai bijak dalam memanen madu lebah, terutama tidak mengambil semua madu lebah, dan larvanya. Begitupun dengan pertanian harus memperhatikan dan menjaga keseimbangan alam. Dalam berkebun karet agar kembali menanam jenis karet yang dapat tumbuh bersama-sama pepohonan seperti zaman dulu. Selamatkan lebah, selamatkan pepohonan, dan selamatlah manusia.
    Catatan, masyarakat harus dididik dan diberi tahu tentang permasalahan ini, agar mereka mengerti, kemudian di sekolah-sekolah juga dibekali dengan wawasan lingkungan hidup.

Oleh: Joni Apero.
Palembang, 28 Juni 2019.

By. Apero Fublic
Via Pertanian dan Alam
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bupati Banyuasin Bersama Warga Srimulyo Panen Padi Sekaligus Dialog Bareng

PT. Media Apero Fublic- Monday, May 25, 2026 0
Bupati Banyuasin Bersama Warga Srimulyo Panen Padi Sekaligus Dialog Bareng
APERO FUBLIC   I  BANYUASIN .-  ‎Air Salek, Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH MH melaksanakan panen padi IP200 di kawasan persawahan Desa Srimul…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026942
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 62 Berita 1582 Berita Daerah 1574 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1191 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 53 Cerita Rakyat 12 Cerpen 23 Dongeng 67 Ekonomi 52 Elektronik 21 FASHION 13 Fauna 4 Flora 64 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 595 Kesehatan 33 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 507 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 44 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 57 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 42 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 14 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 176 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 31 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us