-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Budaya Daerah PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan
Budaya Daerah

PUYUH BETINA: Tradisi Memelihara Burung Puyuh di Sumatera Selatan

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
26 Sep, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Memelihara burung puyuh merupakan bagian dari hobi memelihara burung sebagaimana orang biasanya. Namun memelihara burung puyuh justru berbeda dari memelihara burung. Biasanya hewan peliharaan yang dicari dan diinginkan berjenis kelamin laki-laki. Paling tidak ayam jantan yang besar untuk adu ayam. Begitu juga jenis burung yang dicari jenis laki-laki misalnya burung murai batu. Karena warna, ekor dan suaranya lebih baik dari murai batu betina.

Nah kalau memelihara burung puyuh justru terbalik yang dicari dan dipelihara adalah puyuh betina. Puyuh betina lebih pemberani dan pandai bertarung. Penduduk sering melakukan adu burung puyuh. Tapi mengadu buru puyuh tidak seperti mengadu ayam yang bertarung ditengah lapang. Adu burung puyuh dengan cara mendekatkan dua sangkar burung puyuh. Kemudian dua puyuh di dalam sangkar saling menerjang, mematuk dan mengembangkan bulu-bulunya. Banyak penduduk yang memasang taruhan sehingga menjadi arena judi.

Mengapa diadu tetap di dalam sangkar. Karena burung puyuh liar saat dilepas tentu akan terbang pergi. Burung puyuh betina hanya bertelur, yang mengerami telur sampai menetas dan menjaga anak-anak puyuh adalah pasangan puyuh betina yaitu si puyuh jantan. Sementara puyuh betina tidak memiliki tugas lagi.

Dari mempelajari kehidupan burung puyuh itulah. Muncul kata-kata istilah jantan puyuh atau lak-laki yang takluk atau tunduk dengan perempuan. Begitu juga saat seorang pemuda tidak mampu mengungkapkan isi hatinya pada seorang perempuan dijuluki, bujang puyuh (tidak jentel). Seseorang yang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya juga termasuk, jantan puyuh. Mengolok-olok laki-laki yang selalu mengerjakan pekerjaan perempuan juga disebut, jantan puyuh.

Budaya memelihara burung puyuh sudah ada sejak lama, sebelum abad masehi. Karena budaya ini sangat tradisional dan merupakan tradisi yang sangat dekat dengan alam dan kehidupan masyarakat masa lalu. Misalnya sangkar yang dibuat dari bila bambu, jalinan dari sejenis akar yang rumit, wadah air minum dari bambu. Di dalam sangkar burung puyuh diletakkan tampiungan. Tampiungan nama sarang serangga sejenis rayap yang berbentuk memanjang. Tersebar dihutan-hutan tropis disekitar.

Foto Tampiungan. Tampiungan juga banyak jenisnya ada juga yang berdiri tegak tanpa perlu bersandar pada batang pohon dan struktur sarang lebih halus.

Tampiungan sering dibuat menjadi tungku api. Saat tampiungan dipecah-pecah maka semut penghuninya akan keluar. Saat diletakkan di dalam sangkar puyuh, semut tampiungan tidak keluar sangkar. Tapi masih bersembunyi dibawah pecahan-pecahan sarang mereka yang hancur. Kemudian burung puyuh yang dipelihara mengais-ngais dan memakan semut. Pecahan tampiungan juga dijadikan kubangan oleh puyuh peliharaan. Selain semut tampiungan, belalang dan ulat juga menjadi makanan. Untuk menangkap belalang penduduk membuat pukulan dari rotan atau bila bambu. Kemudian bagian ujung dianyam melebar untuk memukul belalang.

Burung puyuh ditangkap biasanya saat petani ladang berpindah membuka ladang. Burung puyuh berdatangan terutama musim padi mulai di tanam. Banyaknya serangga membuat burung puyuh tinggal di tengah ladang. Penduduk menangkap burung puyuh dengan cara menjebak, dan menjerat. Jebakan yang sangat sederhana adalah meletakkan daun keladi tertelungkup sehingga ada rongga. Hari yang panas burung puyuh suka bertedu dan tanpa sengaja berteduh di bawah daun keladi yang diletakkan manusia. Bersamaan dengan itu, pemasang jebakan menangkap langsung.

Pada masanya pemeliharaan burung puyuh merupakan keharusan. Para puyang dan pemimpin di masyarakat masa lalu memiliki peliharaan burung puyuh. Tampak sangkar burung puyuh menggantung di serambi-serambi rumah atau serambi pondok di ladang atau kebun. Saat pergi ke ladang mereka membawa serta sangkar burung puyuh yang bundar kecil seperti buah labu.


Sangkar burung puyuh yang memadukan bahan tradisional dan modern (tali plastik)

Sangkar bundar kecil memang didesain agar mudah dibawa kemana-mana. Sambil berjalan mereka memukul serangga seperti belalang dan memberikan pada burung puyuh peliharaannya. Saat ini (2023) budaya purba ini masih dapat dijumpai di pedalaman Sumatera Selatan. Terutama di Musi Banyuasin dimana masih banyak masyarakat yang tinggal di talang dan kebun serta berladang. (Red)

Oleh. Joni Apero
Editor. Arip Muhtiar, S. Hum

Sy. Apero Fublic

Via Budaya Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bupati Muba HM Toha Tohet Hadiri Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan 2025 Secara Virtual

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, January 07, 2026 0
Bupati Muba HM Toha Tohet Hadiri Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan 2025 Secara Virtual
Hingga Dukung Swasembada Pangan Nasional APERO FUBLIC   I  KOTA SEKAYU .— Bupati Muba H M Toha Tohet SH menegaskan dukungan dan keseriusan Pemkab M…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 202627
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Alor Amerika Serikat Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bali Bandung Bangka Barat Bangkinang Banten Banyuasin Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Beladiri Belanda Belu Belum Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Berita Berita Daerah Berita Daerah Berita Nasional Berita Internasional Berita Nasional Binjai Biruisme Bisnis BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Cililin Dairi Daratan Daratan dan Hutan Deli Serdang Desa Dongeng Dongeng Dunia DPR RI DPRD DRPD Dunia Anak e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Fotografi Gatget Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Info Desa Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik KABAR Kabar Buku Kabar Desa Kabupaten HST KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolisian Karo Kata Mutiara Katolik Keislaman Kekristenan Kepemimpinan Kepolisian Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita kesenian Ketapang Kisah Legenda Kolaka Konawe Selatan Korupsi Kriminal Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu Labuhanbatu LABURA Lamandau Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Hidup Lombok Lubuk Linggau Lubuk Pakam Lubuklinggau Mahasiswa Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morut MORUT Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara MUSI Musi Rawas Musik NTT Ogan Ilir OKI OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Palangkaraya Palembang Panjat Tebing Pantun Papua Barat Daya Papua Selatan Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI Sumatera Selatan PWI Sumsel PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Solok Kota Sorong Sosial dan Masyarakat Sosial Masyarakat Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SUMBAR SUMBER Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar TANAH DATAR Tangerang TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPUT Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI AU Tokoh Wanita Tradisi UKM UKM-Bisnis UMKM Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 56 Berita 1061 Berita Daerah 1174 Berita Internasional 32 Berita Nasional 1108 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 28 Cerita Rakyat 12 Cerpen 12 Dongeng 67 Ekonomi 25 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 14 Ibu dan Anak 1 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 3 Jurnalisme Kita 17 Kampus 221 Kesehatan 18 Kisah Legenda 10 Kuliner 22 Mitos 15 Opini 166 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 39 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 48 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 24 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 13 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 7 Tablet 20 Teknologi 147 Tokoh Wanita 9 UKM-Bisnis 12 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23 kesenian 4
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us